Pertandingan antara Azerbaijan vs Prancis dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa menjadi sorotan besar bukan karena skor akhirnya, melainkan karena keberanian Didier Deschamps menurunkan skuad rotasi total. Tanpa Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Adrien Rabiot, maupun para pemain pilar lainnya, Les Bleus tampil dengan komposisi sebelas pemain berbeda dibanding laga sebelumnya.
Keputusan tersebut bukan sekadar eksperimen, tetapi menjadi momen penting bagi para pemain pelapis untuk menunjukkan bahwa mereka pantas masuk dalam skuad utama jelang putaran final Piala Dunia 2026.
Tampil di Tofiq Bakhramov Stadium, Baku, Prancis sempat diguncang oleh agresivitas Azerbaijan di menit-menit awal. Namun seiring berjalannya laga, para pemain muda Les Bleus memperlihatkan kematangan, kedisiplinan, serta kualitas individu yang membuat mereka bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-1.
Dari seluruh pemain yang tampil, Jean-Philippe Mateta menjadi bintang utama, sementara Hugo Ekitike justru tampil di bawah ekspektasi. Rating pemain Prancis vs Azerbaijan berikut ini memberikan gambaran mendalam mengenai performa seluruh skuad dan menjadi referensi bagi pecinta sepak bola yang ingin mengetahui perkembangan terkini Les Bleus.
Azerbaijan Mengejutkan, Prancis Dipaksa Bangkit
Prancis datang dengan status sebagai pemuncak Grup D dan telah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026. Banyak yang memprediksi laga ini akan berlangsung satu arah. Namun kenyataannya, pertandingan berjalan jauh lebih kompetitif dari dugaan awal.
Baru empat menit laga berjalan, Renat Dadashov menggetarkan gawang Prancis setelah memanfaatkan umpan Rahman Dasdamirov dari sisi kiri. Gol cepat ini terjadi akibat lemahnya penjagaan bek sayap Prancis yang terlambat menutup ruang.
Serangan cepat Azerbaijan itu sempat membuat publik tuan rumah bersorak lantang, sekaligus memberi tekanan psikologis kepada skuad rotasi Prancis yang butuh waktu untuk membangun chemistry di lapangan.
Namun mentalitas muda Les Bleus segera terlihat. Mereka tidak panik, terus mengalirkan bola, dan perlahan menguasai permainan.

Mateta Menjadi Titik Balik: Gol Penyeimbang yang Mengubah Irama Pertandingan
Prancis mulai menemukan ritme permainan setelah berbagai percobaan dari sisi kanan. Pada menit ke-17, Malo Gusto mengirim umpan silang akurat yang langsung ditanduk oleh Jean-Philippe Mateta dengan kekuatan dan timing sempurna.
Gol Mateta ini tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga mengubah situasi mental pemain Prancis. Sejak itu, Les Bleus tampil lebih percaya diri dan mengendalikan pertandingan dengan tempo yang mereka inginkan.
Drama VAR: Dua Gol Dianulir karena Handball
Teknologi VAR berperan besar dalam alur laga ini. Tidak tanggung-tanggung, tiga gol Prancis dianulir sepanjang pertandingan, dua di antaranya karena handball dalam proses build-up.
- Gol Malo Gusto dianulir setelah bola mengenai tangan Nkunku.
- Gol Khephren Thuram tidak disahkan karena Ekitike dianggap melakukan handball sebelum memberi assist.
- Satu peluang lain dianggap offside tipis.
Meski beberapa keputusan kontroversial memperlambat momentum, Prancis tetap menunjukkan kedewasaan bermain.
Maghnes Akliouche Cetak Gol Perdananya untuk Timnas
Pada menit ke-30, Maghnes Akliouche, gelandang serang muda berbakat AS Monaco, berhasil mencetak gol pertamanya bagi Timnas Prancis setelah menerima umpan tarik dari Gusto.
Gol ini merupakan hasil kerja sama indah antara Warren Zaire-Emery, Thuram, hingga Gusto di sisi kanan. Pola permainan tersebut menegaskan bahwa para pemain muda Prancis tampil penuh percaya diri dan berani mengambil inisiatif.
Gol Bunuh Diri yang Menutup Babak Pertama
Prancis akhirnya mengamankan keunggulan 3-1 pada menit ke-45 ketika Shahrudin Mahammadaliyev, kiper Azerbaijan, salah mengantisipasi bola tembakan Thuram dan malah meninju bola ke gawangnya sendiri.
Momen ini menjadi pukulan telak bagi tuan rumah, sekaligus menjadi penutup dramatis babak pertama.

Babak Kedua: Prancis Menguasai, Azerbaijan Kehabisan Tenaga
Memasuki babak kedua, Prancis tampil semakin dominan. Transisi cepat, pressing rapat, serta pergerakan antar lini yang cair membuat Azerbaijan mulai kehilangan energi pada menit ke-60. Baru para pemain bertahan mereka yang bekerja keras membendung serangan bertubi-tubi Les Bleus.
Jika bukan karena performa solid kiper pengganti Aydin Bayramov, skor bisa saja menjadi 4 atau 5 gol untuk Prancis.
Meski dominasi mutlak terjadi, tidak ada gol tambahan di babak kedua karena finishing Les Bleus kurang efektif.
Namun secara keseluruhan, Prancis tampil meyakinkan dan pantas mendapatkan tiga poin.
Rating Pemain Prancis vs Azerbaijan: Evaluasi Lengkap Per Lini
Berikut penilaian lengkap performa skuad Prancis pada laga ini, versi analisis taktis dan individual:
Kiper dan Lini Pertahanan
Lucas Chevalier – 6/10
Melakukan debut setelah 16 kali dipanggil. Kebobolan cepat bukan sepenuhnya kesalahannya. Setelah itu ia jarang diuji dan tampil cukup stabil.
Malo Gusto – 8/10
Pengaruh terbesar di lini belakang dan bahkan dalam serangan. Menyumbang dua assist, sering melakukan overlap, dan menjadi motor serangan dari kanan. Meski terlibat dalam gol awal Azerbaijan, ia menebusnya dengan performa hebat.
Ibrahima Konate – 7/10
Menunjukkan kedewasaan dalam duel dan positioning. Solid meski tidak terlalu mencolok.
Lucas Hernandez – 7/10
Disiplin menjaga area kiri pertahanan. Bermain rapi tanpa kesalahan fatal.
Theo Hernandez – 7/10
Tidak terlalu agresif menyerang seperti biasanya. Namun bermain dengan dewasa dan membantu stabilitas tim.
Lini Tengah Les Bleus
Khephren Thuram – 8/10
Salah satu pemain terbaik. Menjadi pusat progresi bola, kuat dalam membawa bola, dan hampir mencetak gol yang dianulir. Kreatif, agresif, dan sangat efektif dalam menghubungkan lini tengah ke depan.
Warren Zaïre-Emery – 7/10
Menunjukkan energi besar, sering melakukan intersepsi, dan menjadi kunci dalam menjaga tempo. Perannya lebih bertahan membuatnya tidak terlalu bebas menyerang.
Christopher Nkunku – 6/10
Tampil inkonsisten. Beberapa aksi individu menarik namun sering kehilangan bola dan kurang akurat dalam mengambil keputusan.

Lini Depan Prancis
Maghnes Akliouche – 7/10
Percaya diri, berani menantang bek lawan, dan mencetak gol. Performa menjanjikan dari pemain yang masih sangat muda.
Jean-Philippe Mateta – 8/10
Pemain terbaik Prancis di laga ini. Menjadi target man efektif, mencetak gol penting, kuat dalam duel, dan meningkatkan kualitas serangan. Peluang masuk ke skuad Piala Dunia 2026 semakin terbuka lebar.
Hugo Ekitike – 5/10
Permainan yang mengecewakan. Kurang agresif, sering kehilangan bola, dan terlibat dalam dua handball yang membuat gol Prancis dianulir. Butuh meningkatkan konsistensi agar tetap bersaing.
Pemain Pengganti & Pelatih
Rayan Cherki – 5/10
Sulit memberi dampak karena pertahanan Azerbaijan lebih rapat di babak kedua.
Florian Thauvin – 6/10
Bekerja keras dalam bertahan namun kurang kontribusi di lini depan.
Bradley Barcola – 6/10
Dikawal ketat sehingga geraknya terbatas.
Didier Deschamps – 7/10
Keputusan rotasi total sangat berani, namun terbukti tepat. Ia berhasil melihat kedalaman skuad dan menilai siapa saja yang layak masuk dalam rencana Piala Dunia 2026.

Para Pelapis Les Bleus Menjawab Tantangan
Pertandingan ini menjadi bukti kuat bahwa Prancis memiliki kedalaman skuad terbaik di Eropa. Tanpa nama besar pun, mereka mampu bangkit dari ketertinggalan dan memenangkan laga dengan meyakinkan.
Mateta, Gusto, dan Thuram tampil sebagai bintang yang sangat berpeluang memperkuat Les Bleus di turnamen utama. Sementara itu, Ekitike dan Nkunku perlu menunjukkan performa lebih stabil jika ingin aman dalam persaingan di lini depan.
Bagi para penggemar sepak bola yang mencari rating pemain Prancis vs Azerbaijan, analisis ini menjadi gambaran utuh perkembangan skuad Prancis di penghujung Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan kombinasi performa, kedalaman tim, dan visi pelatih, Les Bleus tampaknya siap melangkah jauh di ajang terbesar sepak bola dunia.
Sumber: http://www.goal.com, http://www.cnnindonesia.com, http://sport.detik.com








