
OpenAI kini mengambil langkah ambisius dengan menggandeng Broadcom untuk memproduksi chip AI kustom berkapasitas hingga 10 gigawatt (GW). Kerja sama strategis ini bertujuan memperkuat fondasi infrastruktur komputasi guna mendukung ambisi jangka panjang OpenAI, termasuk proyek superkomputer AGI terbesar dunia.
Alasan di Balik Kolaborasi Besar Ini
- Mengurangi Ketergantungan pada Nvidia dan Pesaing
- Selama ini, OpenAI sangat bergantung pada GPU dari Nvidia dan mitra chip lainnya. Dengan merancang dan mengembangkan chip sendiri bersama Broadcom, OpenAI bisa menanamkan keunggulan arsitektur internal dan mengoptimalkan performa sesuai kebutuhan model AI mereka.
- Efisiensi Energi & Biaya Operasional
- Chip kustom memungkinkan penyisipan optimasi tingkat rendah (hardware-level) yang dapat meningkatkan efisiensi daya dan memperkecil konsumsi energi. Dalam skala besar (GW), perbedaan efisiensi akan berdampak signifikan pada biaya operasional pusat data.
- Skala Infrastruktur Masa Depan
- Permintaan AI terus meningkat — baik untuk pelatihan model (training) maupun untuk melayani jutaan pengguna secara real-time (inference). Oleh karena itu, kapasitas 10 GW menjadi ukuran ambisi yang sesuai untuk menopang beban tersebut.
Rincian Kerja Sama OpenAI–Broadcom
- OpenAI akan bertanggung jawab mendesain chip akselerator AI dan sistem terkait, sedangkan Broadcom akan mengambil alih pengembangan, produksi, dan penerapannya ke pusat data OpenAI maupun mitra global.
- Sistem yang dikembangkan akan mengandalkan arsitektur konektivitas Broadcom (Ethernet, PCIe, solusi optik) agar desain chip dan jaringan dapat terintegrasi secara mulus.
- Penyaluran (deployment) chip ini direncanakan berlangsung dari paruh kedua 2026 hingga akhir 2029.
Posisi OpenAI dalam Peta Infrastruktur AI Global
Sebelum kolaborasi ini, OpenAI sudah menjalin kemitraan besar lainnya:
- AMD — menyediakan GPU hingga 6 GW (dengan tahap awal 1 GW) untuk mendukung jaringan AI OpenAI.
- Nvidia — sebelumnya juga berkomitmen menyediakan akselerator dalam skala besar kepada OpenAI.
- Samsung dan SK Hynix — memasok memori DRAM dalam jumlah besar guna mendukung kebutuhan memori dari pusat data AI OpenAI, terutama dalam proyek “Stargate”.
Kolaborasi-kolaborasi ini mempertegas strategi OpenAI untuk membangun ekosistem tertutup (closed partnership) dalam infrastruktur AI, agar dapat memastikan pasokan daya komputasi yang stabil dan aman.

Dampak dan Risiko dari Langkah Ambisius Ini
Potensi Dampak Positif:
- Kinerja Lebih Tinggi & Optimalisasi AI
- Dengan solusi perangkat keras yang dikhususkan untuk kebutuhan AI OpenAI, performa sistem AI seperti ChatGPT, Sora, atau model generatif lain bisa meningkat secara signifikan.
- Keunggulan Kompetitif
- Bila berhasil, OpenAI bisa menempatkan diri sebagai pemain kuat bukan hanya di sisi perangkat lunak, tetapi juga di lini perangkat keras AI — menggeser dominasi chip kelas umum.
- Nilai Investasi & Citra Strategis
- Kemitraan ini menunjukkan bahwa OpenAI serius membangun fondasi jangka panjang, bukan hanya bergantung pada pihak ketiga. Hal ini bisa menarik investor dan memperkuat posisi tawar di pasar AI global.
Risiko dan Tantangan:
- Skor Tinggi Biaya & Investasi Awal
- Produksi chip skala GW memerlukan investasi masif dalam riset, manufaktur, dan ekosistem pendukung yang kompleks.
- Kurva Belajar & Kompetensi Chip Design
- Meski OpenAI berpengalaman dalam AI, merancang hardware pada skala besar adalah tantangan teknis baru.
- Ancaman Kompetitor & Disrupsi Teknologi
- Nvidia, AMD, maupun pionir lain seperti Google dan Microsoft, terus mengembangkan chip canggih mereka sendiri. Ada potensi chip generasi mendatang menjadi jauh lebih efisien, membuat investasi sekarang terlambat usang.
Mengapa “10 GW” Menjadi Simbol Ambisi?
Kapasitas 10 gigawatt bukan sekadar angka besar semata. Untuk menempatkan perspektif:
- 1 GW daya pusat data bisa mensuplai listrik untuk lebih dari satu juta rumah tangga. Artinya, 10 GW setara dengan pasokan ke 10 juta rumah.
- Jika proyek ini berhasil, OpenAI akan meningkat drastis dari kapasitas infrastruktur sekitar 2 GW yang sekarang mereka miliki.
- Angka ini juga mencerminkan skala ambisi dalam mendirikan superkomputer AGI (Artificial General Intelligence) terbesar di dunia pada 2029.
Proyek Stargate & Integrasi Infrastruktur AI
Kolaborasi dengan Broadcom ini tidak berdiri sendiri — melainkan menjadi bagian dari proyek Stargate, inisiatif besar OpenAI untuk membangun pusat data AI global dengan investasi raksasa.
Misalnya, situs Stargate di Abilene, Texas, dirancang untuk memakai GPU berbasis Nvidia (seperti seri GB200) dalam skala besar — hingga 1,2 GW — sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas komputasi AI.
Lebih jauh, upaya OpenAI melibatkan kolaborasi dengan Arm untuk mengembangkan CPU khusus yang mendukung chip akselerator dari Broadcom, sehingga menciptakan tumpukan hardware (stack) yang efisien dan terintegrasi.
“Langkah Gila” yang Berani
Kerja sama OpenAI–Broadcom untuk memproduksi chip AI 10 GW sejatinya adalah langkah berisiko, namun bisa menjadi terobosan jangka panjang. Jika berhasil, OpenAI bisa punya kendali penuh atas rantai komputasi AI — dari desain model hingga chip fisik — dan menetapkan standar baru dalam industri AI global.
Bagi Anda yang tertarik mengikuti perkembangan AI, inilah momentum penting: masa depan infrastruktur AI bisa menjadi dominasi perusahaan yang tidak hanya kuat di model AI, tetapi juga unggul di hardware kustom. OpenAI tampaknya memilih jalan tersebut dengan penuh ambisi.









