Home / Trending / Gempa Gorontalo 5 November 2025: Getaran M6,0 di Bone Bolango Bikin Rumah Bergetar, Warga Panik

Gempa Gorontalo 5 November 2025: Getaran M6,0 di Bone Bolango Bikin Rumah Bergetar, Warga Panik

Grafik seismograf gempa bumi Gorontalo 5 November 2025 menunjukkan gelombang getaran seismik warna merah pada kertas putih.

Gorontalo — Suasana pagi warga Gorontalo mendadak berubah tegang pada Rabu, 5 November 2025, sekitar pukul 06.32 WITA, ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang kawasan Teluk Tomini, Bone Bolango, Gorontalo. Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah hingga membuat kaca jendela bergetar dan warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Fenomena alam tersebut menjadi salah satu gempa tektonik signifikan yang dirasakan cukup luas di Pulau Sulawesi, khususnya di bagian utara dan tengah. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun cukup kuat untuk dirasakan oleh masyarakat di berbagai kabupaten sekitar Gorontalo.

Warga Panik, Rumah dan Kaca Jendela Bergetar

Salah satu warga, Zulkifli, yang tinggal di kawasan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, mengaku panik ketika merasakan getaran cukup lama pada pagi hari itu. Ia segera keluar rumah sambil menggendong anaknya yang baru saja mengenakan seragam sekolah.

“Lumayan lama getarannya, kami langsung keluar bersama anak,” ujarnya.

Warga di sekitar kompleks perumahan juga terlihat keluar rumah, berdiri di tepi jalan sambil menunggu keadaan benar-benar aman. Tidak sedikit yang memastikan kondisi bangunan mereka, terutama bagian kaca dan dinding, agar tidak mengalami retak atau kerusakan akibat getaran.

Sementara itu, Muhammad, warga lainnya, mengatakan ia langsung memeriksa bagian jendela rumah. “Saya buka jendela untuk memastikan tidak ada keretakan atau pecahan kaca,” ujarnya.

Data Resmi BMKG: Magnitudo 6,0 di Laut Teluk Tomini

Hasil analisis dari BMKG menunjukkan bahwa pusat gempa (episenter) berada pada koordinat 0,11° LS dan 123,13° BT, tepatnya di laut sekitar 65 kilometer tenggara Bone Bolango, dengan kedalaman 109 kilometer.

BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong gempa bumi tektonik dengan kedalaman menengah, sehingga guncangannya terasa cukup luas, tetapi tidak cukup kuat untuk menimbulkan deformasi dasar laut yang bisa memicu tsunami.

Melalui rilis resminya, BMKG menyampaikan bahwa getaran gempa ini dirasakan di beberapa wilayah dengan skala intensitas MMI (Modified Mercalli Intensity) sebagai berikut:

  • Bone Bolango dan Luwuk: skala III–IV MMI, dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
  • Kabupaten Gorontalo Utara, Boalemo, Ampana, Taliabu, Bolaang Mongondow, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, dan Kota Gorontalo: skala III MMI, di mana getaran terasa jelas dan benda-benda ringan bergoyang.
  • Pohuwato dan Tondano: skala II–III MMI, getaran dirasakan sebagian orang di dalam rumah, seperti getaran truk melintas.

Gempa Tidak Berpotensi Tsunami dan Tidak Ada Gempa Susulan

BMKG menegaskan bahwa gempa Bone Bolango 5 November 2025 ini tidak berpotensi tsunami, karena pusat gempa berada cukup dalam dan di laut bagian tengah, bukan dekat pesisir.

Hingga pukul 06.58 WIB, hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada dan tidak mempercayai isu-isu hoaks terkait potensi gempa besar lanjutan.

Dalam pernyataannya, BMKG juga meminta warga tidak kembali ke dalam rumah yang retak atau rusak, dan memastikan bangunan aman dan tahan gempa sebelum beraktivitas kembali.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa dan tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan sebelum kembali ke rumah,” tulis BMKG dalam rilis resminya.

Peta Gempa Gorontalo 5 November 2025 Magnitudo 6.2 (versi visual M6,0) di Teluk Tomini dekat Kota Manado dan Bone Bolango.
Peta yang menunjukkan lokasi episenter Gempa M6,0 di Teluk Tomini, tenggara Bone Bolango, Gorontalo, dengan wilayah yang merasakan guncangan. (Sumber: BMKG/Visualisasi)

Catatan Aktivitas Gempa di Indonesia Sepekan Terakhir

Dalam laporan terbarunya, BMKG mencatat bahwa dalam sepekan terakhir, wilayah Indonesia mengalami 18 aktivitas gempa signifikan dengan berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. Wilayah Sulawesi termasuk salah satu yang paling sering mengalami aktivitas tektonik karena berada di jalur pertemuan tiga lempeng besar dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.

Khusus di wilayah Gorontalo dan sekitarnya, aktivitas gempa sering dipengaruhi oleh patahan aktif di sekitar Teluk Tomini dan Sesar Matano, yang merupakan bagian dari sistem sesar kompleks Sulawesi Utara.

Mengenal Skala MMI dan Dampaknya

Banyak warga yang bertanya-tanya mengapa gempa dengan magnitudo sedang seperti M6,0 bisa terasa begitu kuat. Hal ini dijelaskan oleh perbedaan antara magnitudo dan intensitas gempa.

  • Magnitudo (M) menggambarkan energi total yang dilepaskan oleh gempa di sumbernya.
  • Intensitas (MMI) menunjukkan seberapa kuat getaran dirasakan di permukaan bumi pada suatu lokasi tertentu.

Gempa dengan magnitudo sama bisa menimbulkan intensitas berbeda tergantung kedalaman pusat gempa, jenis batuan, dan jarak dari episenter. Karena gempa Bone Bolango berada di kedalaman 100–110 km, getarannya menyebar luas ke berbagai wilayah, meskipun tidak menyebabkan kerusakan parah.

Respons Warga dan Aktivitas Media Sosial

Tak lama setelah getaran terasa, linimasa media sosial seperti X (Twitter) dan Facebook ramai oleh laporan warga yang mengaku merasakan gempa di berbagai daerah Gorontalo, Boalemo, hingga Luwuk. Banyak di antara mereka membagikan video singkat yang memperlihatkan lampu gantung bergoyang dan jendela bergetar.

Tagar seperti #GempaGorontalo dan #BoneBolango sempat menjadi trending topik lokal di Gorontalo pada pagi hari itu.

Edukasi Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa?

BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengingatkan masyarakat agar siap siaga menghadapi potensi gempa bumi di masa mendatang. Langkah-langkah penting yang harus dilakukan antara lain:

  1. Segera keluar dari bangunan ketika getaran terasa kuat dan lama.
  2. Lindungi kepala dan leher dengan benda empuk seperti bantal atau tas.
  3. Jauhi kaca, lemari, dan perabot berat yang berpotensi roboh.
  4. Hindari penggunaan lift dan gunakan tangga darurat jika berada di gedung bertingkat.
  5. Setelah gempa berhenti, pastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali masuk.

Tetap Waspada, Namun Tenang

Gempa M6,0 di Bone Bolango, Gorontalo, 5 November 2025, menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah wilayah rawan gempa yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan serius maupun tsunami, kejadian ini menunjukkan pentingnya mitigasi bencana dan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan diri.

Dengan dukungan teknologi BMKG dan kesiapan masyarakat, risiko gempa dapat diminimalkan. Tetap waspada, hindari kepanikan, dan pastikan selalu mendapatkan informasi resmi dari sumber terpercaya seperti BMKG, Kompas.com, dan BNPB.

Sumber: databoks.katadata.co.id, regional.kompas.com

Tagged:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

[mc4wp_form]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *