
Sumber: www.kapanlagi.com
Aktor Korea Lee Dong-gun didiagnosis ankylosing spondylitis, penyakit langka hanya 1% kasus di Korea. Simak gejala, fakta, dan dukungan publik.
Aktor Korea Selatan Lee Dong-gun baru-baru ini mengungkapkan kondisi kesehatannya yang mengejutkan publik. Dalam tayangan program SBS My Little Old Boy, ia menyampaikan bahwa dirinya didiagnosis menderita ankylosing spondylitis (AS), sebuah penyakit radang kronis yang tergolong langka. Penyakit ini diperkirakan hanya menyerang sekitar 1% populasi Korea Selatan, menjadikannya kasus yang sangat jarang ditemui.
Kabar ini sontak menarik perhatian media, penggemar, sekaligus publik internasional. Pasalnya, Lee Dong-gun dikenal sebagai salah satu aktor senior Korea yang membintangi drama populer seperti Queen for Seven Days hingga Lovers in Paris.
Lalu, apa sebenarnya penyakit ankylosing spondylitis, bagaimana gejala awalnya, dan apa dampaknya bagi Lee Dong-gun? Mari simak rangkuman berikut.
Awal Gejala: Masalah pada Mata
Lee Dong-gun pertama kali menyadari ada yang tidak beres dengan kesehatannya ketika mata kanannya sering memerah dan terasa sangat nyeri saat melihat cahaya. Ia mengaku gangguan ini membuat penglihatannya kabur, bahkan kehilangan fokus dalam jangka waktu tertentu.
“Kalau tidak terlalu parah, mataku hanya merah dan pandangan agak terganggu. Tapi kalau kambuh, rasa sakitnya luar biasa, bahkan melihat cahaya saja menyakitkan,” ungkapnya dalam acara tersebut.
Keluhan ini ternyata merupakan gejala uveitis, yaitu peradangan pada lapisan tengah mata. Menurut dokter, uveitis sering kali menjadi tanda awal ankylosing spondylitis sebelum gejala lain muncul.
Diagnosis Resmi: Ankylosing Spondylitis (AS)
Diagnosa Resmi Oleh Dokter. Sumber : www.kapanlagi.com
Setelah menjalani pemeriksaan sinar-X, dokter menemukan adanya peradangan di sendi sakroiliaka (bagian bawah tulang belakang yang menyambung ke panggul). Dari hasil itu, Lee Dong-gun didiagnosis menderita ankylosing spondylitis stadium 2–3.
Penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit autoimun langka yang membuat tulang belakang kaku, meradang, dan dalam jangka panjang berpotensi menyatu. Kondisi ini bisa menyebabkan keterbatasan gerak hingga rasa nyeri kronis seumur hidup.

Penyakit Langka dengan Faktor Genetik
Dokter menjelaskan bahwa ankylosing spondylitis memiliki kaitan erat dengan faktor genetik tertentu, khususnya gen HLA-B27. Meski demikian, tidak semua kasus memiliki riwayat keluarga. Bahkan, dalam 1–2% kasus, penyakit ini bisa muncul secara terisolasi tanpa ada faktor keturunan.
Hal ini membuat Lee Dong-gun cukup terkejut, sebab ia tidak menemukan riwayat serupa dalam keluarganya. Namun, sang dokter menegaskan bahwa penyakit ini bisa dialami siapa saja, meski jarang.
Tidak Ada Obat, Hanya Manajemen Seumur Hidup
Sampai saat ini, belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan ankylosing spondylitis. Pengobatan yang tersedia hanya bersifat meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan memperlambat perkembangan penyakit.
Dokter menyarankan Lee Dong-gun untuk:
- Menjalani pola hidup sehat dengan olahraga ringan teratur.
- Menghindari alkohol dan rokok.
- Mengonsumsi makanan antiinflamasi untuk mengurangi peradangan.
- Rutin kontrol medis agar kondisi tidak semakin memburuk.
“Dalam keadaan sekarang, penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan. Tapi dengan gaya hidup sehat, kondisi bisa dikendalikan,” ujar dokter.
Reaksi Publik dan Dukungan Keluarga
Kabar ini membuat sang ibu menangis haru. Ia mengaku tidak menyangka penyakit anaknya begitu serius dan berharap bisa menanggung penderitaan itu menggantikannya.
Sementara itu, penggemar Lee Dong-gun membanjiri media sosial dengan doa dan dukungan. Banyak yang terinspirasi oleh keterbukaan aktor berusia 45 tahun ini, karena ia berani berbagi kisah tentang penyakit langka yang jarang diketahui publik.
Beberapa netizen sempat khawatir mengenai kemungkinan penyakit ini menurun pada putrinya, Lee Ro-ah, yang lahir pada 2017 dari pernikahan Lee Dong-gun dengan aktris Jo Yoon-hee. Namun, pakar medis menegaskan bahwa meski faktor genetik berperan, tidak semua kasus otomatis diwariskan.
Kenangan Sakit yang Sudah Lama
Menariknya, Lee Dong-gun mengingat bahwa sekitar 10 tahun lalu ia sempat mengalami nyeri parah di bahu hingga sulit bernapas. Saat itu ia menduga hanya terkena masalah hernia tulang belakang. Belakangan, gejala itu ternyata bisa jadi tanda awal ankylosing spondylitis yang dialaminya kini.
Artinya, penyakit ini kemungkinan sudah berkembang cukup lama tanpa ia sadari.

Fakta Penting tentang Ankylosing Spondylitis
Untuk menambah pemahaman, berikut beberapa fakta mengenai penyakit yang dialami Lee Dong-gun:
- Penyakit langka – hanya sekitar 1% populasi Korea yang terkena.
- Gejala awal biasanya berupa uveitis (mata merah, nyeri, sensitif cahaya).
- Dampak utama membuat tulang belakang kaku dan berisiko menyatu.
- Faktor genetik berperan, tapi tidak selalu diwariskan.
- Tidak bisa sembuh total, hanya dapat dikelola dengan gaya hidup sehat dan terapi medis.
Dukungan Publik untuk Kesadaran Penyakit Langka
Keterbukaan Lee Dong-gun dianggap langkah berani karena membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit langka. Banyak penderita lain yang mungkin merasa sendirian kini bisa lebih terbuka setelah melihat keberanian sang aktor.
Publik juga berharap agar pemerintah dan dunia medis Korea Selatan semakin memperhatikan riset terkait penyakit autoimun langka ini.
Kasus Lee Dong-gun dengan ankylosing spondylitis menjadi sorotan besar, tidak hanya karena statusnya sebagai selebritas, tetapi juga karena penyakit ini sangat jarang terjadi di Korea Selatan. Meski tidak bisa disembuhkan, diagnosis dini dan manajemen gaya hidup sehat dapat membantu penderita bertahan dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Bagi masyarakat, kisah Lee Dong-gun menjadi pengingat pentingnya mewaspadai gejala ringan pada tubuh, seperti mata merah kronis atau nyeri sendi yang tak kunjung hilang. Kesehatan adalah investasi utama, bahkan bagi seorang bintang besar sekalipun.
Dengan dukungan keluarga, penggemar, dan kesadaran publik, diharapkan Lee Dong-gun mampu menjalani perawatan dengan lebih kuat, sekaligus memberi inspirasi bagi penderita penyakit langka lainnya di seluruh dunia.
Sumber : www.kapanlagi.com, celebrity.okezone.com, www.viva.co.id, www.rctiplus.com, www.cnbcindonesia.com









