Home / Trending / Madura United Menang Dramatis 2-1 atas Persijap Jepara: Kemenangan Kandang yang Mahal di BRI Super League 2025/2026

Madura United Menang Dramatis 2-1 atas Persijap Jepara: Kemenangan Kandang yang Mahal di BRI Super League 2025/2026

Madura United akhirnya mencatat kemenangan dramatis di kandang sendiri setelah menundukkan Persijap Jepara dengan skor tipis 2-1 pada laga pekan ke-12 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu malam itu berjalan penuh tensi, diwarnai hujan kartu merah, serta permainan keras yang menggambarkan betapa panasnya kompetisi musim ini.

Kemenangan ini bukan hanya menambah tiga poin penting bagi “Laskar Sape Kerrab”, tetapi juga menjadi penanda kebangkitan setelah serangkaian hasil kurang konsisten di kandang. Sementara bagi Persijap Jepara, kekalahan ini memperpanjang tren negatif mereka di papan bawah klasemen.

Awal Mengejutkan: Persijap Jepara Curi Gol Cepat di Menit Kedua

Meski bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, Madura United justru dikejutkan oleh gol cepat tim tamu. Baru dua menit laga berjalan, Indra Arya, gelandang serang Persijap, sukses membuka keunggulan lewat tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Miswar Saputra.

Gol cepat itu seketika membuat stadion terdiam, namun juga menjadi pemicu kebangkitan tuan rumah. Pelatih interim Rakhmat Basuki (RB) segera melakukan penyesuaian taktik, memperkuat lini tengah, dan meningkatkan intensitas pressing untuk memaksa Persijap lebih bertahan.

Di sisi lain, “Laskar Kalinyamat” tampil disiplin dengan blok pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Namun, tekanan beruntun dari Madura United mulai membuahkan hasil, memaksa Persijap melakukan sejumlah pelanggaran keras untuk menghentikan laju lawan.

Hujan Kartu dan Laga Sengit

Laga ini berjalan sangat keras sejak awal. Wasit Asep Yandis terpaksa mengeluarkan total lima kartu kuning dan tiga kartu merah, menjadikannya salah satu pertandingan paling disiplin dalam sejarah pertemuan kedua tim.

Kartu merah pertama muncul di menit ke-31 untuk Dicky Kurniawan (Persijap), setelah menerima dua kartu kuning akibat pelanggaran beruntun. Kehilangan satu pemain membuat Persijap kehilangan keseimbangan dan memberi ruang lebih bagi Madura United untuk mendominasi penguasaan bola.

Namun, drama belum berakhir. Di babak kedua, Taufik Hidayat (Madura United) yang baru masuk di menit ke-46, harus diusir wasit pada menit ke-61 karena tekel keras terhadap Carlos Franca. Kondisi 10 lawan 10 membuat tempo permainan semakin panas dan intensitas duel meningkat drastis.

Menjelang akhir laga, wasit kembali mengeluarkan kartu merah, kali ini untuk Zahran Alamsah dari Persijap Jepara di menit ke-90+6 setelah melanggar keras Jordy Wehrmann. Total tiga kartu merah mempertegas bahwa pertandingan ini berjalan penuh emosi dan ketegangan.

Pemain Madura United dan Persijap Jepara berebut bola di lapangan, aksi keras BRI Super League.
Pemain Persib Bandung, Willam Marcilio, berusaha melepaskan diri dari kawalan pemain Persijap Jepara. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, itu, Persijap menang 2-1. Sumber: www.kompas.id

Gol Penentu: Mendonca dan Aji Kusuma

Tekanan Madura United akhirnya membuahkan hasil di injury time babak pertama (45+5’) melalui bek tangguh Mendonca. Ia sukses memanfaatkan bola liar di depan gawang Persijap hasil dari situasi sepak pojok dan menaklukkan kiper Moura Nascimento, menyamakan skor menjadi 1-1 tepat sebelum turun minum.

Memasuki babak kedua, Madura United tampil lebih agresif. Mereka mencoba menguasai tempo permainan meski harus bermain dengan sepuluh pemain. Persijap sempat mencoba mencuri peluang lewat serangan balik, namun penyelesaian akhir mereka masih tumpul.

Gol kemenangan akhirnya tercipta di penghujung laga (menit ke-90+3) lewat aksi Aji Kusuma. Menerima umpan lambung akurat dari sisi kiri oleh Rudi, Aji Kusuma melompat tinggi dan menanduk bola ke arah gawang, mengubah skor menjadi 2-1 untuk Madura United. Gol tersebut disambut sorak meriah ribuan suporter yang memadati stadion, memastikan kemenangan perdana di kandang musim ini.

Statistik Pertandingan: Dominasi Madura United

Secara statistik, Madura United tampil lebih dominan sepanjang laga. Mereka mencatat 60% penguasaan bola dengan 12 tembakan, di mana tiga di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Persijap Jepara hanya mampu mencatat 40% penguasaan bola dengan lima percobaan tembakan, dan hanya satu yang benar-benar mengarah ke gawang.

Dominasi ini menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan Rakhmat Basuki dalam menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan, terutama setelah kehilangan satu pemain di babak kedua.

Selain itu, performa gemilang kiper Miswar Saputra juga menjadi faktor penting. Ia melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas Carlos Franca pada menit ke-63 yang nyaris mengubah arah pertandingan.

Pemain Madura United merayakan kemenangan dramatis di pertandingan kandang.
Pemain Madura United merayakan tiga poin penting di BRI Super League 2025/2026.

Posisi Klasemen Sementara: Madura United Naik, Persijap Terpuruk

Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Madura United. Dengan tambahan tiga poin, mereka kini mengoleksi 13 poin dari 11 pertandingan (3 menang, 4 imbang, 4 kalah), menempati posisi ke-11 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.

Dari total 10 gol yang sudah dicetak dan 12 kali kebobolan, performa Madura United mulai menunjukkan kestabilan, meskipun masih perlu peningkatan dalam hal kedisiplinan dan efisiensi penyelesaian akhir.

Sementara itu, Persijap Jepara masih terpuruk di peringkat ke-16 dengan hanya 8 poin, hasil dari 2 kemenangan, 2 imbang, dan 7 kekalahan. Mereka kini berada di zona merah dan harus segera berbenah agar tidak terdegradasi.

Dengan catatan 18 kali kebobolan dan enam kekalahan beruntun, tim asuhan Ferry Setiawan memiliki pekerjaan rumah besar dalam memperbaiki lini pertahanan serta mengurangi pelanggaran tidak perlu yang berujung kartu..

Tiga Kartu Merah: Faktor Penentu Jalannya Pertandingan

Pertandingan panas ini tak lepas dari pengaruh tiga kartu merah yang menjadi titik balik jalannya laga.

  • Menit ke-31: Dicky Kurniawan (Persijap) diusir akibat dua kartu kuning.
  • Menit ke-61: Taufik Hidayat (Madura United) diusir karena pelanggaran keras.
  • Menit ke-90+6: Zahran Alamsah (Persijap) mendapat kartu merah langsung.

Kehilangan dua pemain membuat Persijap kesulitan menyeimbangkan serangan dan pertahanan. Sebaliknya, Madura United mampu memanfaatkan keunggulan momentum dan tampil lebih efisien dalam menyelesaikan peluang.

Pelatih RB menyebut bahwa kedisiplinan dan mental juang pemain menjadi faktor kunci dalam meraih hasil maksimal di laga penuh tekanan seperti ini.

Head to Head dan Kemenangan Perdana di Kandang

Menariknya, kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Madura United atas Persijap Jepara sepanjang sejarah pertemuan kedua tim di ajang kasta tertinggi.

Lebih istimewa lagi, kemenangan ini juga menjadi poin penuh pertama di kandang bagi Madura United pada musim 2025/2026, setelah sebelumnya mereka hanya meraih hasil positif di laga tandang.

Momentum ini diharapkan bisa menjadi titik balik performa “Laskar Sape Kerrab” untuk menembus papan tengah dan menjaga peluang menuju zona lima besar.

Pemain Madura United merayakan gol Aji Kusuma yang memastikan kemenangan 2-1 atas Persijap Jepara.
Perayaan gol Aji Kusuma yang membawa Madura United menang dramatis 2-1 atas Persijap Jepara di Pamekasan.

Pemain Kunci: Mendonca, Aji Kusuma, dan Wehrmann Bersinar

Beberapa pemain tampil luar biasa dalam laga ini. Mendonca bukan hanya menjadi pencetak gol penyama, tetapi juga berperan penting dalam mengawal lini belakang dan memimpin komunikasi antarpemain.

Aji Kusuma, yang mencetak gol penentu di menit akhir, kembali membuktikan kapasitasnya sebagai striker tajam dengan penempatan posisi yang cerdas. Sementara Jordy Wehrmann dan Rudi tampil solid dalam mengatur tempo dan menciptakan peluang berbahaya.

Di sisi pertahanan, Miswar Saputra layak diapresiasi atas refleks cepatnya dalam menggagalkan peluang-peluang berbahaya Persijap. Meski kehilangan Taufik Hidayat akibat kartu merah, Madura United tetap mampu menjaga kestabilan lini belakang berkat koordinasi rapat antarbek.

Dampak Kemenangan untuk Madura United

Selain poin penuh, kemenangan ini membawa dampak psikologis positif bagi Madura United. Para pemain menunjukkan karakter kuat untuk bangkit setelah tertinggal lebih dulu, serta mampu menjaga fokus meski harus bermain dengan tekanan besar dan kondisi 10 lawan 10.

Bagi pelatih Rakhmat Basuki, hasil ini menjadi pembuktian kapasitasnya dalam mengelola tim di tengah krisis kedisiplinan dan tekanan publik. Ia menegaskan bahwa konsistensi dan kedisiplinan adalah kunci agar Madura United bisa bersaing dengan tim papan atas seperti Persib Bandung, Bali United, dan PSIS Semarang.

Laga Penuh Drama yang Menentukan Arah Musim

Pertandingan antara Madura United vs Persijap Jepara di pekan ke-12 BRI Super League 2025/2026 layak disebut sebagai salah satu laga paling dramatis musim ini. Skor akhir 2-1 menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan fokus hingga menit akhir adalah kunci kemenangan di level kompetisi tertinggi.

Dengan raihan tiga poin ini, Madura United menandai kemenangan pertama di kandang dan kemenangan perdana atas Persijap Jepara, membuka peluang untuk naik ke papan tengah klasemen. Sementara itu, Persijap harus segera bangkit agar tidak semakin terperosok di zona degradasi.

Pertandingan ini sekaligus menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kedisiplinan, kontrol emosi, dan mental juang, nilai-nilai yang tidak hanya relevan di lapangan sepak bola, tetapi juga dalam membangun semangat kompetitif di dunia olahraga profesional Indonesia.

Sumber: http://www.kompas.id, http://rri.co.id, http://sport.detik.com

Tagged:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

[mc4wp_form]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *